Bacaan Alkitab
1 Raja-Raja 20:1-34

1  Benhadad, raja Aram, mengumpulkan seluruh tentaranya, tiga puluh dua orang raja bersama-sama dia beserta kuda dan kereta. Lalu ia maju, ia mengepung Samaria dan memeranginya.
2  Kemudian ia mengirim utusan ke kota itu, kepada Ahab, raja Israel,
3  dengan pesan: “Beginilah pesan Benhadad: Emasmu dan perakmu adalah milikku, dan juga isteri-isteri dan anak-anakmu yang cantik-cantik adalah milikku.”
4  Raja Israel menjawab, katanya: “Seperti bicaramu itulah, ya tuanku raja. Aku ini dengan segala yang ada padaku adalah milikmu!”
5  Sesudah itu utusan-utusan itu kembali dan berkata: “Beginilah pesan Benhadad: Memang aku telah menyuruh orang kepadamu mengatakan: Emas dan perakmu, isteri-isteri dan anak-anakmu harus kauserahkan kepadaku,
6  tetapi besok kira-kira pada waktu ini, aku akan menyuruh pegawai-pegawaiku kepadamu dan mereka akan menggeledah rumahmu dan rumah pegawai-pegawaimu, maka segala yang mereka lihat dan ingini akan mereka ambil dan mereka bawa.”
7  Lalu raja Israel memanggil semua tua-tua negeri itu dan berkata: “Camkanlah, orang ini mengikhtiarkan kecelakaan kita, sebab ia telah menyuruh orang kepadaku meminta isteri-isteriku, anak-anakku, emas dan perakku, dan aku tidak menolak memberikannya kepadanya.”
8  Lalu kata semua tua-tua dan segenap rakyat itu kepadanya: “Jangan dengarkan, jangan luluskan!”
9  Sebab itu ia berkata kepada utusan-utusan Benhadad: “Katakanlah kepada tuanku raja: Segala yang pertama kali kausuruhkan kepada hambamu ini, aku akan melakukannya, tetapi tuntutan yang kemudian ini tidak dapat kupenuhi.” Lalu pergilah utusan-utusan itu dan menyampaikan jawab itu kepada Benhadad.
10  Benhadad menyuruh orang kepada Ahab dengan pesan: “Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika rakyat yang mengikut aku masih dapat menjemput segenggam penuh debu puing Samaria!”
11  Tetapi raja Israel menjawab, katanya: “Katakanlah! Orang yang baru menyandangkan pedang janganlah memegahkan diri seperti orang yang sudah menanggalkannya.”
12  Segera sesudah Benhadad mendengar perkataan itu, pada waktu ia sedang minum-minum dengan raja-raja di pondok, berkatalah ia kepada pegawai-pegawainya: “Aturlah barisanmu,” lalu mereka mengatur barisannya melawan kota itu.
13  Tetapi tiba-tiba tampillah seorang nabi kepada Ahab, raja Israel, serta berkata: “Beginilah firman TUHAN: Sudahkah kaulihat semua orang yang sangat ramai itu? Bahwasanya pada hari ini Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tanganmu, supaya engkau tahu, bahwa Akulah TUHAN.”
14  Lalu bertanyalah Ahab: “Dengan bantuan siapa?” Jawabnya: “Beginilah firman TUHAN: Dengan bantuan orang-orang muda pengiring kepala-kepala daerah.” Tanyanya pula: “Siapakah yang akan memulai perang?” Jawabnya: “Engkau!”
15  Kemudian ia menghitung jumlah orang-orang muda pengiring kepala-kepala daerah itu. Ada dua ratus tiga puluh dua orang banyaknya dan sesudah mereka itu ia menghitung jumlah seluruh rakyat, yakni segenap orang Israel. Ada tujuh ribu orang banyaknya.
16  Lalu mereka maju menyerang pada waktu tengah hari, sementara Benhadad minum-minum sampai mabuk di pondoknya, bersama dengan ketiga puluh dua raja yang membantunya.
17  Ketika orang-orang muda pengiring kepala-kepala daerah itu maju menyerang lebih dahulu, maka Benhadad menyuruh orang menyelidiknya, dan mereka memberitahukan kepadanya, demikian: “Ada orang-orang maju menyerang dari Samaria.”
18  Lalu katanya: “Entah mereka datang dengan maksud damai, entah dengan maksud perang, tangkaplah mereka hidup-hidup!”
19  Sementara itu keluarlah mereka itu dari dalam kota, yakni orang-orang muda pengiring kepala-kepala daerah dan juga tentara yang mengikuti mereka.
20  Lalu mereka masing-masing membunuh lawan yang dihadapinya, sehingga orang Aram itu melarikan diri dan dikejar oleh orang Israel. Tetapi Benhadad, raja Aram dapat meluputkan diri dengan naik kuda, beserta sejumlah orang berkuda.
21  Juga raja Israel maju, lalu memusnahkan kuda dan kereta itu dan mendatangkan kekalahan yang besar kepada orang Aram.
22  Lalu tampillah nabi itu kepada raja Israel dan berkata kepadanya: “Baiklah, kuatkanlah hatimu, pertimbangkan dan pikirkanlah apa yang harus kauperbuat, sebab pada pergantian tahun raja Aram akan maju menyerang engkau.”
23  Pegawai-pegawai raja Aram berkata kepadanya: “Allah mereka ialah allah gunung; itulah sebabnya mereka lebih kuat dari pada kita. Tetapi apabila kita berperang melawan mereka di tanah rata, pastilah kita lebih kuat dari pada mereka.
24  Bertindaklah begini: Pecatlah raja-raja itu masing-masing dari kedudukannya, dan angkatlah bupati-bupati menggantikan mereka.
25  Lalu kerahkanlah tentara sebanyak tentara yang telah gugur dari pihakmu itu, demikian pula kuda dan kereta sebanyak yang dahulu. Marilah kita berperang melawan mereka di tanah rata, pastilah kita lebih kuat dari pada mereka.” Raja mendengarkan usul mereka, dan bertindak demikian.
26  Dalam tahun yang berikutnya Benhadad memeriksa barisan orang Aram, lalu ia maju ke Afek untuk berperang melawan orang Israel.
27  Orang Israelpun memeriksa barisannya dan setelah dibekali mereka berangkat menghadapi orang Aram. Orang Israel berkemah di hadapan mereka seperti dua kawanan kambing, sedang orang Aram telah datang membanjiri negeri itu.
28  Maka tampillah abdi Allah dan berkata kepada raja Israel: “Beginilah firman TUHAN: Oleh karena orang Aram itu telah berkata: TUHAN ialah allah gunung dan bukan allah dataran, maka Aku akan menyerahkan seluruh tentara yang besar itu ke dalam tanganmu, supaya kamu tahu, bahwa Akulah TUHAN.”
29  Tujuh hari lamanya mereka berkemah berhadap-hadapan. Tetapi pada hari yang ketujuh mulailah pertempuran, dan pada suatu hari orang Israel menewaskan seratus ribu orang berjalan kaki dari orang Aram itu.
30  Orang-orang yang masih tinggal melarikan diri ke Afek, ke dalam kota, tetapi temboknya roboh menimpa kedua puluh tujuh ribu orang yang masih tinggal itu. Sementara itu Benhadad melarikan diri dan masuk ke kota, dan bersembunyi dari satu kamar ke kamar yang lain.
31  Lalu berkatalah pegawai-pegawainya kepadanya: “Ketahuilah, kami telah mendengar, bahwa raja-raja kaum Israel itu adalah raja-raja pemurah. Marilah kita menaruh kain kabung pada pinggang kita dan tali pada kepala kita, dan dengan demikian keluar menghadap raja Israel; barangkali ia akan menyelamatkan nyawamu.”
32  Lalu mereka melilitkan kain kabung pada pinggang mereka dan tali pada kepala mereka, kemudian mereka pergi menghadap raja Israel sambil berkata: “Hambamu Benhadad berkata: Kiranya tuanku membiarkan aku hidup.” Jawabnya: “Masih hidupkah dia? Dia saudaraku.”
33  Orang-orang itu menganggap hal itu sebagai tanda yang baik, maka segeralah mereka berpegang pada perkataannya itu, lalu berkata: “Memang saudaramu Benhadad!” Sesudah itu berkatalah Ahab: “Pergilah, ambil dia!” Jadi keluarlah Benhadad mendapatkan dia, lalu diajak naik ke atas kereta.
34  Kata Benhadad kepadanya: “Kota-kota yang telah diambil bapaku dari pihak bapamu akan kukembalikan; engkau boleh juga membuat pasar bagimu di Damsyik, seperti yang dibuat bapaku di Samaria.” “Dan aku sendiri,” kata Ahab, “akan membiarkan engkau pergi dengan perjanjian.” Lalu ia mengadakan perjanjian dengan dia dan membiarkannya pergi.


Renungan GEMA
Diberi Anugerah, Pakai Baik-Baik
Pdt. Sumito Sung

Bangsa Israel sangat terpojok, tanpa harapan, dan menyedihkan. Benhadad–raja Aram–mengepung Samaria dan menuntut agar Ahab–raja Israel–menyerahkan kekayaannya, istri-istrinya, dan anak-anak gadisnya. Para pegawai Benhadad akan menggeledah dan mengambil apa pun yang mereka inginkan. Akhirnya, Ahab mengikuti anjuran para tua-tua Israel untuk menolak permintaan itu. Akibatnya, Benhadad marah dan perang tak terelakkan. Ahab tak berdaya!

Tiba-tiba, harapan muncul! Seorang nabi mendatangi Ahab dan menyampaikan pesan bahwa Tuhan akan menolong dan membuat mereka bisa mengalahkan tentara Aram, sebagai bukti kekuatan dan keunggulan Tuhan. Ahab mengikuti perintah Tuhan karena dia tidak punya pilihan lain yang bisa memberi harapan. Tuhan membuat bangsa Israel menang. Kemudian, Tuhan meminta Ahab untuk mempersiapkan kembalinya tentara Aram pada musim semi berikutnya. Akhir musim semi dan awal musim panas merupakan musim ekspedisi militer karena saat itu–di Timur Tengah–tersedia rumput untuk kuda. Kemenangan sudah pasti, meskipun Raja Ahab belum bisa melihatnya. Cara Tuhan menyelamatkan bangsa Israel di luar dugaan. Dengan dukungan orang-orang muda pengiring–atau pelayan–para kepala daerah, Tuhan mengalahkan tentara Aram. Orang-orang muda ini mungkin belum dilatih secara militer sama sekali. Selain itu, jumlah tentara Israel kalah banyak bila dibandingkan dengan tentara Aram. Akan tetapi, oleh kemurahan hati Tuhan, bangsa Israel memenangkan peperangan.

Peristiwa di 20:31-34 serupa dengan kisah kegagalan Raja Saul menaati perintah Tuhan, yang membuat Tuhan menolak dia. Benhadad –raja Aram–menyebut dirinya sebagai “hamba” Ahab–raja Israel–jika ia dikasihani. Namun, Ahab menganggapnya sebagai “saudara” jika Benhadad bersedia membuat perjanjian dengan Ahab. Rencana Ahab bertentangan dengan perintah Tuhan untuk menumpas musuh. Ahab berpikir bahwa lebih baik bangsa Israel hidup makmur dan mendapat sekutu untuk menghadapi serangan bangsa lain daripada mematuhi perintah Tuhan. Anugerah Tuhan gratis, tetapi tidak boleh dianggap murahan, sehingga tidak boleh disia-siakan. Apakah Anda selalu menghargai anugerah Allah yang telah Anda terima dengan hidup dalam ketaatan? Muliakanlah Tuhan dengan hidup Anda!