Bacaan Alkitab
Yeremia 8:4-22

4  Engkau harus mengatakan kepada mereka: “Beginilah firman TUHAN: Apabila orang jatuh, masakan ia tidak bangun kembali? Apabila orang berpaling, masakan ia tidak kembali?
5  Mengapakah bangsa ini berpaling, berpaling terus-menerus? Mereka berpegang pada tipu, mereka menolak untuk kembali.
6  Aku telah memperhatikan dan mendengarkan: mereka tidak berkata dengan jujur! Tidak ada yang menyesal karena kejahatannya dengan mengatakan: Apakah yang telah kulakukan ini! Sambil berlari semua mereka berpaling, seperti kuda yang menceburkan diri ke dalam pertempuran.
7  Bahkan burung ranggung di udara mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang-layang dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat-Ku tidak mengetahui hukum TUHAN.
8  Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong.
9  Orang-orang bijaksana akan menjadi malu, akan terkejut dan tertangkap. Sesungguhnya, mereka telah menolak firman TUHAN, maka kebijaksanaan apakah yang masih ada pada mereka?
10  Sebab itu Aku akan memberikan isteri-isteri mereka kepada orang lain, ladang-ladang mereka kepada penjajah. Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar, semuanya mengejar untung; baik nabi maupun imam, semuanya melakukan tipu.
11  Mereka mengobati luka puteri umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera.
12  Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab itu mereka akan rebah di antara orang-orang yang rebah, mereka akan tersandung jatuh pada waktu mereka dihukum, firman TUHAN.
13  Aku mau memungut hasil mereka, demikianlah firman TUHAN, tetapi tidak ada buah anggur pada pohon anggur, tidak ada buah ara pada pohon ara, dan daun-daunan sudah layu; sebab itu Aku akan menetapkan bagi mereka orang-orang yang akan melindas mereka.”
14  Mengapakah kita duduk-duduk saja? Berkumpullah dan marilah kita pergi ke kota-kota yang berkubu dan binasa di sana! Sebab TUHAN, Allah kita, membinasakan kita, memberi kita minum racun, sebab kita telah berdosa kepada TUHAN.
15  Kita mengharapkan damai, tetapi tidak datang sesuatu yang baik, mengharapkan waktu kesembuhan, tetapi yang ada hanya kengerian!
16  “Dengus kuda musuh terdengar dari Dan; karena bunyi ringkik kuda jantan mereka gemetarlah seluruh negeri. Mereka datang dan memakan habis negeri dengan isinya, kota dengan penduduknya.
17  Lihatlah, Aku melepaskan ke antaramu ular-ular beludak, yang tidak dapat dimanterai, yang akan memagut kamu, demikianlah firman TUHAN.”
18  Tidak tersembuhkan kedukaan yang menimpa diriku, hatiku sakit pedih.
19  Dengar! seruan puteri bangsaku minta tolong dari negeri yang jauh: “Tidak adakah TUHAN di Sion? Tidak adakah Rajanya di dalamnya?” –Mengapakah mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan patung-patung mereka, dengan dewa-dewa asing yang sia-sia? —
20  Sudah lewat musim menuai, sudah berakhir musim kemarau, tetapi kita belum diselamatkan juga!
21  Karena luka puteri bangsaku hatiku luka; aku berkabung, kedahsyatan telah menyergap aku.
22  Tidak adakah balsam di Gilead? Tidak adakah tabib di sana? Mengapakah belum datang juga kesembuhan luka puteri bangsaku?

Yeremia 9:1-11

1  Sekiranya kepalaku penuh air, dan mataku jadi pancuran air mata, maka siang malam aku akan menangisi orang-orang puteri bangsaku yang terbunuh!
2  Sekiranya di padang gurun aku mempunyai tempat penginapan bagi orang-orang yang sedang dalam perjalanan, maka aku akan meninggalkan bangsaku dan menyingkir dari pada mereka! Sebab mereka sekalian adalah orang-orang berzinah, suatu kumpulan orang-orang yang tidak setia.
3  Mereka melenturkan lidahnya seperti busur; dusta dan bukan kebenaran merajalela dalam negeri; sungguh, mereka melangkah dari kejahatan kepada kejahatan, tetapi TUHAN tidaklah mereka kenal.
4  Baiklah setiap orang berjaga-jaga terhadap temannya, dan janganlah percaya kepada saudara manapun, sebab setiap saudara adalah penipu ulung, dan setiap teman berjalan kian ke mari sebagai pemfitnah.
5  Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorangpun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.
6  Penindasan ditimbuni penindasan, tipu ditimbuni tipu! Mereka enggan mengenal TUHAN.
7  Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam: “Sesungguhnya, Aku mau melebur dan menguji mereka, sebab apakah lagi yang dapat Kulakukan terhadap puteri umat-Ku?
8  Lidah mereka adalah anak panah yang membunuh, perkataan dari mulutnya adalah tipu; mereka berbicara damai dengan temannya, tetapi dalam hatinya mereka merancang pengadangan terhadapnya.
9  Masakan Aku tidak menghukum mereka karena semuanya ini?, demikianlah firman TUHAN. Masakan Aku tidak membalas dendam-Ku kepada bangsa yang seperti ini?
10  Menangis dan merintihlah karena gunung-gunung, dan merataplah karena padang rumput di gurun, sebab semuanya sudah tandus sampai tidak ada orang yang melintasinya, dan orang tidak mendengar lagi suara ternak; baik burung-burung di udara maupun binatang-binatang, semuanya telah lari dan sudah lenyap.
11  Aku akan membuat Yerusalem menjadi timbunan puing, tempat persembunyian serigala-serigala; Aku akan membuat kota-kota Yehuda menjadi sunyi sepi, tidak berpenduduk lagi.”


Renungan GEMA
Bangsa yang Belagu
GI Jokhana

Sering kali, kita menyaksikan peran antagonis–yaitu menentang tokoh utama–dalam drama televisi yang membuat kita merasa jengkel. Kejengkelan kita bersumber dari berbagai hal, namun yang paling sering adalah karena tokoh antagonis itu bersikap belagu atau tidak tahu diri. Mereka bisa menganggap dirinya tidak bersalah, bahkan merasa menjadi korban. Pemirsa yang menyaksikan film itu pasti merasa sangat marah melihat kebelaguan diri sang tokoh antagonis itu.

Demikianlah kira-kira gambaran dari Alkitab yang kita baca hari ini: Kebelaguan bangsa Israel yang merasa suci dan saleh–bahkan merasa berhak untuk disertai dan diberkati Tuhan membuat mereka menganggap diri mereka sebagai bangsa yang bijaksana (8:8). Mereka tidak menyadari bahwa mereka telah berbuat jahat di mata Tuhan (8:6), bahkan mereka merasa berhasil “mengikat” Tuhan karena merekalah satu-satunya bangsa yang “mempunyai Taurat TUHAN” (8:8). Sungguh, umat yang merasa berhak disayang Tuhan ini telah bersikap amat belagu! Karena itu, tidaklah mengherankan bila Tuhan menyatakan murka-Nya kepada mereka: kebinasaan akan menimpa bangsa ini (8:12, 14-17), tidak akan ada panen yang berhasil di negeri itu (8:13), tidak ada pertolongan bagi kesusahan mereka (8:18-22). Sebagai puncak hukuman, Yerusalem akan dihancurleburkan (9:11). Kehancuran Yerusalem dengan Bait Suci di dalamnya itu merupakan hukuman yang sama sekali tidak terbayangkan saat itu, karena Yerusalem merupakan kota suci Allah! Namun, murka Tuhan sudah sedemikian hebat atas kebelaguan bangsa Yehuda, sehingga Tuhan akan menghancurkan kota yang merupakan simbol kehadiran-Nya sendiri itu!

Tuhan membenci dosa, tetapi Ia mengasihi orang berdosa. Akan tetapi, orang berdosa yang tetap bersikap belagu walaupun hidup dalam dosa akan mendapat hukuman yang berlipat ganda dari Tuhan. Oleh karena itu, kita wajib untuk sungguh-sungguh mawas diri, menyadari keberdosaan, dan segera bertobat dari semua dosa kita. Sadarkah Anda bahwa tidak ada seorang pun yang memenuhi standar kebaikan Tuhan dan bahwa kita semua memerlukan anugerah keselamatan di dalam Yesus Kristus (Roma 3:23-24)? Semoga Tuhan berbelas kasihan dan menganugerahkan pengampunan atas keberdosaan kita!

 


Renungan GeMA
Website: http://gky.or.id/

Refleksi GeMA
Instagram: https://www.instagram.com/gerejakristusyesus/
Spotify: https://open.spotify.com/show/41oX35XXNm06sPLxehtAbU
Facebook: https://www.facebook.com/gkysinode