Bacaan Alkitab
Yeremia 9:12-26

12  Siapakah orang yang begitu bijaksana, sehingga ia dapat mengerti hal ini, orang yang telah menerima firman dari mulut TUHAN, supaya ia dapat memberitahukannya? Apakah sebabnya negeri ini binasa, tandus seperti padang gurun sampai tidak ada orang yang melintasinya?
13  Berfirmanlah TUHAN: “Oleh karena mereka meninggalkan Taurat-Ku yang telah Kuserahkan kepada mereka, dan oleh karena mereka tidak mendengarkan suara-Ku dan tidak mengikutinya,
14  melainkan mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti para Baal seperti yang diajarkan kepada mereka oleh nenek moyang mereka.
15  Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Sesungguhnya, Aku akan memberi bangsa ini makan ipuh dan minum racun.
16  Aku akan menyerakkan mereka ke antara bangsa-bangsa yang tidak dikenal oleh mereka atau oleh nenek moyang mereka, dan Aku akan melepas pedang mengejar mereka sampai Aku membinasakan mereka.”
17  Perhatikanlah! Panggillah perempuan-perempuan peratap, supaya mereka datang, dan suruhlah orang kepada perempuan-perempuan yang bijaksana, supaya mereka datang!
18  Biarlah mereka bersegera dan meratap karena kita, supaya mata kita mencucurkan air mata, dan kelopak mata kita melelehkan air!
19  Sebab terdengar ratapan dari Sion: Wahai binasalah kami! Kami sangat dipermalukan! Sebab kami harus meninggalkan negeri ini, karena rumah-rumah kediaman kami dirobohkan orang.
20  Maka dengarlah firman TUHAN, hai perempuan-perempuan, biarlah telingamu menerima firman dari mulut-Nya; ajarkanlah ratapan kepada anak-anakmu perempuan, dan oleh setiap perempuan nyanyian ratapan kepada temannya:
21  “Maut telah menyusup ke jendela-jendela kita, masuk ke dalam istana-istana kita; ia melenyapkan kanak-kanak dari jalan, pemuda-pemuda dari lapangan;
22  mayat-mayat manusia berhantaran seperti pupuk di ladang, seperti berkas gandum di belakang orang-orang yang menuai tanpa ada yang mengumpulkan.”
23  Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,
24  tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.”
25  “Lihat, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku menghukum orang-orang yang telah bersunat kulit khatannya:
26  orang Mesir, orang Yehuda, orang Edom, bani Amon, orang Moab dan semua orang yang berpotong tepi rambutnya berkeliling, orang-orang yang diam di padang gurun, sebab segala bangsa tidak bersunat dan segenap kaum Israel tidak bersunat hatinya.”

Yeremia 10:1-16

1  Dengarlah firman yang disampaikan TUHAN kepadamu, hai kaum Israel!
2  Beginilah firman TUHAN: “Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya.
3  Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu?
4  Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang.
5  Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baikpun tidak dapat.”
6  Tidak ada yang sama seperti Engkau, ya TUHAN! Engkau besar dan nama-Mu besar oleh keperkasaan.
7  Siapakah yang tidak takut kepada-Mu, ya Raja bangsa-bangsa? Sungguh, kepada-Mulah seharusnya sikap yang demikian; sebab di antara semua orang bijaksana dari bangsa-bangsa dan di antara raja-raja mereka tidak ada yang sama seperti Engkau!
8  Berhala itu semuanya bodoh dan dungu; petunjuk dewa itu sia-sia, karena ia hanya kayu belaka. —
9  Perak kepingan dibawa dari Tarsis, dan emas dari Ufas; berhala itu buatan tukang dan buatan tangan pandai emas. Pakaiannya dari kain ungu tua dan kain ungu muda, semuanya buatan orang-orang ahli. —
10  Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya.
11  Beginilah harus kamu katakan kepada mereka: “Para allah yang tidak menjadikan langit dan bumi akan lenyap dari bumi dan dari kolong langit ini.”
12  Tuhanlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan akal budi-Nya.
13  Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya, menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, Ia membuat kilat serta dengan hujan, dan mengeluarkan angin dari perbendaharaan-Nya.
14  Setiap manusia ternyata bodoh, tidak berpengetahuan, dan setiap pandai emas menjadi malu karena patung buatannya. Sebab patung tuangannya itu adalah tipu, tidak ada nyawa di dalamnya,
15  semuanya adalah kesia-siaan, pekerjaan yang menjadi buah ejekan, dan yang akan binasa pada waktu dihukum.
16  Tidaklah begitu Dia yang menjadi bagian Yakub, sebab Dialah yang membentuk segala-galanya, dan Israel adalah suku milik-Nya; nama-Nya ialah TUHAN semesta alam!


Renungan GEMA
Menyembah Allah yang Hidup
GI Jokhana

Asimilasi adalah proses sosial yang terjadi pada manusia, yaitu penyesuaian atau peleburan sifat asli dengan sifat lingkungan sekitar. Asimilasi dapat terjadi melalui pergaulan dan interaksi yang intensif dalam waktu yang cukup lama. Hasilnya, sifat khas atau identitas asli yang dimiliki sebelumnya akan berubah menjadi unsur kebudayaan campuran. Tampaknya, asimilasi merupakan masalah nyata bagi bangsa Israel dan Yehuda di antara bangsa-bangsa lain. Asimilasi ini membuat mereka menyerah pada budaya yang dominan, yang secara negatif mengarahkan mereka kepada penyembahan berhala dan membuat mereka kehilangan identitas sebagai umat Allah. Dalam 10:2, Tuhan mengingatkan umat-Nya agar tidak “membiasakan diri” dengan tingkah langkah bangsa-bangsa yang tidak mengenal Dia. Melalui kritik panjang terhadap penyembahan berhala, nabi Yeremia menyampaikan penegasan Allah tentang diri-Nya sebagai Penguasa atas segala sesuatu (10:1-16) dan bahwa umat-Nya seharusnya menyembah Allah sebagai satu-satunya Penguasa dan Allah yang hidup.

Penyembahan berhala dalam bagian ini dijelaskan dan didefinisikan secara beragam. Penyembahan berhala dapat berupa memercayai ramalan astrologi (“tanda-tanda di langit”, 10:2) dan memuja patung kayu yang tidak dapat berbuat apa-apa (10:3-5). Sepotong kayu yang dihias dengan perak dan emas, serta dibalut dengan pakaian untuk raja, tidak membuat kayu itu menjadi sembahan yang hidup (10:9). Oleh karena itu, penyembahan berhala merupakan kebodohan! (10:8).

Bacaan Alkitab hari ini mengajarkan bahwa umat Allah harus kembali mengenal Allah yang sejati dan hidup dalam penyembahan yang benar kepada-Nya (bandingkan dengan 9:23-24). Tuhan adalah Allah yang hidup dan Pencipta segalanya (10:6,10,12-16). Oleh karena itu, umat Allah harus menghormati Tuhan dan hidup dalam takut akan Dia (10:7). Apakah Anda benar-benar telah mengenal dan menyembah Allah yang sejati atau Anda sebenarnya sedang mengutamakan atau menyembah allah yang palsu seperti materi, nama baik, kuasa, popularitas, dan sebagainya? Marilah kita hidup dengan selalu mengingat identitas kita sebagai umat Allah yang mengenal dan menyembah Allah yang hidup, karena Ia adalah bagian pusaka kita dan kita adalah milik-Nya! Apakah Allah sudah menjadi satu-satunya yang Anda sembah?

 


Renungan GeMA
Website: http://gky.or.id/

Refleksi GeMA
Instagram: https://www.instagram.com/gerejakristusyesus/
Spotify: https://open.spotify.com/show/41oX35XXNm06sPLxehtAbU
Facebook: https://www.facebook.com/gkysinode