Bacaan Alkitab
Yeremia 15:5-21

5  “Siapakah yang akan merasa kasihan terhadap engkau, hai Yerusalem, dan siapakah yang akan turut berdukacita dengan engkau? Siapakah yang akan singgah untuk menanyakan perihal kesehatanmu?
6  Engkau sendiri telah menolak Aku, demikianlah firman TUHAN, telah pergi meninggalkan Aku. Maka Aku mengacungkan tangan-Ku dan membinasakan engkau; Aku sudah jemu untuk merasa sesal.
7  Aku menampi mereka dengan tampi di kota-kota negeri; Aku membuat umat-Ku kehilangan anak dan membinasakan mereka, karena mereka tidak berbalik dari tingkah langkah mereka.
8  Janda-janda di antara mereka Kubuat lebih besar jumlahnya dari pada pasir laut. Aku mendatangkan ke atas ibu dan teruna suatu pembinasa pada tengah hari. Dengan tiba-tiba Aku menurunkan ke atas mereka kegelisahan dan kekejutan.
9  Maka meranalah perempuan yang sudah tujuh kali melahirkan, nafasnya mengap-mengap, baginya matahari sudah terbenam selagi hari siang, ia menjadi malu dan tersipu-sipu. Sisa mereka akan Kuserahkan kepada pedang di depan musuh-musuh mereka, demikianlah firman TUHAN.”
10  Celaka aku, ya ibuku, bahwa engkau melahirkan aku, seorang yang menjadi buah perbantahan dan buah percederaan bagi seluruh negeri. Aku bukan orang yang menghutangkan ataupun orang yang menghutang kepada siapapun, tetapi mereka semuanya mengutuki aku.
11  Sungguh, ya TUHAN, aku telah melayani Engkau dengan sebaik-baiknya, dan telah membela musuh di depan-Mu pada masa kecelakaannya dan kesesakannya!
12  Dapatkah orang mematahkan besi, besi dari utara dan tembaga?
13  “Harta kekayaanmu dan barang-barang perbendaharaanmu akan Kuberikan dirampas sebagai ganjaran atas segala dosamu di segenap daerahmu.
14  Aku akan membuat engkau menjadi budak musuhmu di negeri yang tidak kaukenal, sebab dalam murka-Ku telah mencetus api yang akan menyala atasmu.”
15  Engkau mengetahuinya; ya TUHAN, ingatlah aku dan perhatikanlah aku, lakukanlah pembalasan untukku terhadap orang-orang yang mengejar aku. Janganlah membiarkan aku diambil, karena panjang sabar-Mu, ketahuilah bagaimana aku menanggung celaan oleh karena Engkau!
16  Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.
17  Tidak pernah aku duduk beria-ria dalam pertemuan orang-orang yang bersenda gurau; karena tekanan tangan-Mu aku duduk sendirian, sebab Engkau telah memenuhi aku dengan geram.
18  Mengapakah penderitaanku tidak berkesudahan, dan lukaku sangat payah, sukar disembuhkan? Sungguh, Engkau seperti sungai yang curang bagiku, air yang tidak dapat dipercayai.
19  Karena itu beginilah jawab TUHAN: “Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku, dan jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi-Ku. Biarpun mereka akan kembali kepadamu, namun engkau tidak perlu kembali kepada mereka.
20  Terhadap bangsa ini Aku akan membuat engkau sebagai tembok berkubu dari tembaga; mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan dan melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.
21  Aku akan melepaskan engkau dari tangan orang-orang jahat dan membebaskan engkau dari genggaman orang-orang lalim.”


Renungan GEMA
Panggilan Pemberita Firman
GI Jokhana

Nabi Yeremia–mirip dengan Ayub–meratapi hari kelahirannya (15:10). Nabi Yeremia meratap karena kejahatan dan kedegilan bangsanya yang menolak Tuhan dan para nabi-Nya. Bangsanya sendiri mengutuki dan mengucilkan dia. Sebagai nabi Tuhan, Yeremia merasa bahwa Tuhan telah mengecewakan dan mengabaikan dia (15:18). Dia menderita celaan karena menyampaikan firman Tuhan kepada umat Yehuda (15:15). Ia mengeluh dan meratap karena umat Yehuda menolak untuk mendengar firman Allah dan bertobat. Namun, ada nuansa berbeda pada ayat 16, yang berlawanan dengan keputusasaan dan penolakan yang ia alami, yaitu bahwa Nabi Yeremia menggambarkan firman Tuhan yang ia terima seperti makanan yang ia “nikmati”. Dalam bahasa asli Alkitab, arti harfiah dari kata “menikmatinya” adalah “memakan firman”. Ungkapan ini menunjukkan bahwa Nabi Yeremia bukan hanya melayani sebagai utusan Tuhan yang dapat diandalkan, tetapi ia juga mewujudkan firman Tuhan dalam hidupnya.

Walaupun firman Tuhan menggirangkan hati, tidak dapat disangkal bahwa Nabi Yeremia harus menghadapi banyak pengalaman pahit, yaitu kemarahan dan kecaman sebagai konsekuensi atas berita penghukuman yang ia sampaikan. Sekalipun demikian, ia tidak dapat melarikan diri dan berhenti memberitakan firman Tuhan (20:9). Nabi Yeremia mengeluh secara terbuka kepada Tuhan atas reaksi penolakan bangsanya terhadap firman Allah. Melalui jawaban yang Ia berikan kepada Nabi Yeremia (15:19-21), Tuhan mengingatkan Nabi Yeremia terhadap “panggilan” awal yang ia terima dalam 1:18–19. Tuhan mengemukakan bahwa Nabi Yeremia masih memiliki tugas yang sama dan jaminan yang sama, yaitu bahwa Tuhan menyertainya, apa pun kondisi yang akan ia hadapi (15:20-21).

Nabi Yeremia menerima konsekuensi yang biasa dialami oleh seorang nabi yang mengumumkan penghakiman, yaitu penolakan dan penganiayaan. Tuhan Yesus berkata, “Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.” (Matius 5:11-12). Siapkah Anda menanggung celaan dan kesulitan yang biasa muncul bila seseorang setia memberitakan firman Allah?

 


Renungan GeMA
Website: http://gky.or.id/

Refleksi GeMA
Instagram: https://www.instagram.com/gerejakristusyesus/
Spotify: https://open.spotify.com/show/41oX35XXNm06sPLxehtAbU
Facebook: https://www.facebook.com/gkysinode