Bacaan Alkitab
Yeremia 6:10-21

10  Kepada siapakah aku harus berbicara dan bersaksi, supaya mereka mau memperhatikan? Sungguh, telinga mereka tidak bersunat, mereka tidak dapat mendengar! Sungguh, firman TUHAN menjadi cemoohan bagi mereka, mereka tidak menyukainya!
11  Tetapi aku penuh dengan kehangatan murka TUHAN, aku telah payah menahannya, harus menumpahkannya kepada bayi di jalan, dan kepada kumpulan teruna bersama-sama. Sesungguhnya, baik laki-laki maupun perempuan akan ditangkap, baik orang yang tua maupun orang yang sudah lanjut usianya.
12  Rumah-rumah mereka akan beralih kepada orang lain, bersama ladang-ladang dan isteri-isteri mereka. –“Sesungguhnya, Aku mengacungkan tangan-Ku melawan penduduk negeri ini, demikianlah firman TUHAN.
13  Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar di antara mereka, semuanya mengejar untung, baik nabi maupun imam semuanya melakukan tipu.
14  Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera.
15  Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab itu mereka akan rebah di antara orang-orang yang rebah; mereka akan tersandung jatuh pada waktu Aku menghukum mereka, firman TUHAN.”
16  Beginilah firman TUHAN: “Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan. Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau menempuhnya!
17  Juga aku mengangkat atas mereka penjaga-penjaga, firman-Ku: Perhatikanlah bunyi sangkakala! Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau memperhatikannya!
18  Sebab itu dengarlah, hai bangsa-bangsa, dan ketahuilah, hai jemaat, apa yang akan terjadi atas mereka!
19  Dengarlah, hai bumi! Sungguh, ke atas bangsa ini Aku akan mendatangkan malapetaka, akibat dari rancangan-rancangan mereka, sebab mereka tidak memperhatikan perkataan-perkataan-Ku dan menolak pengajaran-Ku.
20  Apakah gunanya bagi-Ku kamu bawa kemenyan dari Syeba dan tebu yang baik dari negeri yang jauh? Aku tidak berkenan kepada korban-korban bakaranmu dan korban-korban sembelihanmu tidak menyenangkan hati-Ku.
21  Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sungguh, Aku akan menaruh batu sandungan di depan bangsa ini, supaya mereka jatuh tersandung oleh karenanya; bapa-bapa serta dengan anak-anak, tetangga dan temannya, semuanya akan binasa.”


Renungan GEMA
Meneropong Gereja Pasca Pandemi
GI Misael Prawira

Reformasi gereja bukan seperti membuat monumen yang hanya dapat dikunjungi dan dipandangi. Reformasi gereja juga bukan tentang orang-orang tertentu, melainkan sebuah gerakan. Hal ini senada dengan pernyataan seorang teolog bernama Kevin Vanhoozer, “The Reformation was a movement, not a person.” Namun, ia tidak berhenti di sana. Vanhoozer mengutip perkataan Tuhan Yesus sebagai prinsip sebuah gerakan, “Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.” (Matius 7:17). Sampai tahun 2020, reformasi gereja sudah menghasilkan buah sebanyak 586 juta penganut Kristen Protestan, seperti yang dicatat di dalam World Christian Encyclopedia. Namun, jumlah itu tergerus oleh perkembangan zaman, kepentingan-kepentingan politis, dan isu-isu global seperti pernikahan sesama jenis. Bukanlah kebetulan jika masa pandemi menjadi ujian bagi buah reformasi gereja, sehingga gereja bukan hanya berjumlah banyak, tetapi juga berkualitas baik. Apa yang harus dilakukan oleh gereja pada masa kini?

Kualitas buah reformasi di gereja masa kini terancam oleh resesi kerohanian, sehingga gereja harus bergerak pada “the ancient paths” atau jalan-jalan dahulu kala, yaitu jalan-jalan yang membuat kita bercermin, bukan sekadar bernostalgia. Gereja dipanggil untuk bergerak meninggalkan ketergantungan pada masa kejayaan dan kembali kepada tiga “jalan dahulu kala”, yaitu teologi yang sehat, hasrat yang kudus, dan cara hidup yang benar. Di tengah himpitan pandemi dan dampak yang mengikuti pasca pandemi, tiga jalan itulah yang dapat membuat gereja tetap berbuah dengan kualitas prima, tanpa berkompromi atau bersahabat dengan sekularisme dan pragmatisme.

Sudah saatnya bagi gereja untuk bergerak maju dengan kembali kepada pengajaran—doktrin, teologi—yang sehat atau ortodoksi. Ingat, rupa-rupa angin pengajaran yang menyesatkan tidak tinggal diam. Gereja harus bergerak maju dengan didorong oleh pathos (passion, hasrat) yang kudus dari Allah (ortopati). Dengan demikian, gereja masa kini dapat menjadi komunitas orang percaya yang memiliki praktik kehidupan Kristen yang benar (ortopraksi). Tiga “jalan dahulu kala” terwujud di dalam dan melalui Yesus Kristus, karena Dialah satu-satunya jalan, dan kebenaran, dan hidup (Yohanes 14:6). Apakah gereja tempat Anda beribadah terus bergerak maju?

 


Renungan GeMA
Website: http://gky.or.id/

Refleksi GeMA
Instagram: https://www.instagram.com/gerejakristusyesus/
Spotify: https://open.spotify.com/show/41oX35XXNm06sPLxehtAbU
Facebook: https://www.facebook.com/gkysinode