Bacaan Alkitab
Roma 5:12-21

12  Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. Semua orang percaya selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat.
13  Orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada mereka. Namun mereka sangat dihormati orang banyak.
14  Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan,
15  bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka.
16  Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan.
17  Akhirnya mulailah Imam Besar dan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki, bertindak sebab mereka sangat iri hati.
18  Mereka menangkap rasul-rasul itu, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota.
19  Tetapi waktu malam seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar, katanya:
20  “Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.”
21  Mereka mentaati pesan itu, dan menjelang pagi masuklah mereka ke dalam Bait Allah, lalu mulai mengajar di situ. Sementara itu Imam Besar dan pengikut-pengikutnya menyuruh Mahkamah Agama berkumpul, yaitu seluruh majelis tua-tua bangsa Israel, dan mereka menyuruh mengambil rasul-rasul itu dari penjara.


Pra-Natal
Menghayati Natal di Tengah Pandemi
GI Purnama

Menghayati Natal di Tengah PandemiPandemi telah memorakporandakan pemahaman kita tentang Hari Raya Natal, sekaligus memurnikan pemahaman kita. Kita dipaksa membedakan hal-hal yang esensial–atau yang harus ada–dengan hal-hal yang hanya merupakan pemanis yang boleh ditanggalkan. Secara “kebetulan “, hal-hal yang hilang pada perayaan Natal di masa pandemi–yaitu kemeriahan dan kemewahan–adalah hal-hal yang tidak esensial. Yang esensial adalah pemberitaan tentang Yesus Kristus. Ketiadaan kemeriahan dan pesta justru membuat kita lebih mudah menghayati tujuan kedatangan Yesus Kristus, Sang Anak Allah, ke dalam dunia yang sedang dilanda oleh penderitaan ini.

Dalam rangkaian renungan Natal tahun ini, kita akan bersama-sama merenungkan delapan hal tentang siapa Kristus bagi kita. Pengenalan akan Kristus akan membuat kita bisa menghayati Natal secara lebih tepat. Kedelapan hal tentang Kristus—Sang Anak Tunggal Allah—yang akan kita renungkan adalah sebagai berikut: Pertama, Kristus adalah Sang Penyelamat. Dia datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia karena manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Kedua, Kristus adalah Sang Mesias. Perjanjian Lama mengungkapkan hukuman terhadap umat Allah yang gagal melakukan kehendak Allah. Oleh karena itu, umat Allah menantikan datangnya Seorang Pembebas. Kristuslah Mesias, Sang Pembebas yang dijanjikan Allah! Ketiga, Kristus adalah Sang Pembela. Iblis selalu berusaha menjatuhkan kita, baik dengan membuat kita menderita maupun dengan membuat kita jatuh ke dalam dosa. Akan tetapi, Kristus selalu membela kita. Keempat, Kristus adalah Sang Guru Agung. Manusia berdosa telah tersesat dan salah jalan sehingga memerlukan petunjuk dari Sang Guru Agung agar bisa berjalan di jalan yang benar. Kelima, Kristus adalah Sang Gembala Agung. Daya tarik dunia ini selalu berusaha menyesatkan kita dengan mengarahkan kita ke arah yang salah. Oleh karena itu, kita harus mengikuti petunjuk Sang Gembala Agung kita. Keenam, Kristus adalah Sang Penguasa. Jangan bodoh! Kuasa Kristus yang menyertai orang percaya akan membuat kita sanggup melakukan hal-hal yang melampaui kemampuan alamiah kita. Kristuslah yang sesungguhnya memegang kekuasaan. Ketujuh, Kristus adalah Sang Penghibur. Sejak zaman dulu sampai masa kini, kehidupan manusia–baik kaya maupun miskin–selalu diwarnai oleh dukacita. Kedelapan, Kristus adalah Sang Pendamping. Dalam keadaan sebagai Manusia, Kristus mendampingi para murid. Kini, Kristus tetap mendampingi setiap orang percaya.


Renungan GEMA
Sang Penyelamat (Pra-Natal)
GI Purnama

Natal adalah hari raya untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus di dunia ini. Kelahiran Yesus Kristus adalah kelahiran yang istimewa yang tidak memiliki kesamaan dengan semua kelahiran manusia di dunia ini. Maria–ibu Yesus-Kristus–hamil bukan karena hasil hubungan suami istri, tetapi karena Roh Kudus (Matius 1:18). Ingatlah bahwa Yesus Kristus telah ada sejak kekekalan bersama-sama dengan Allah Bapa dan Allah Roh Kudus. Yesus Kristus–Sang Allah Anak–adalah Firman yang pada mulanya bersama-sama dengan Allah, lalu menjadi Manusia dan tinggal di antara manusia (Yohanes 1:1,2,14). Oleh karena itu, kelahiran Yesus Kristus ini juga disebut sebagai inkarnasi Allah menjadi Manusia.

Allah menjadi Manusia karena umat manusia telah jatuh ke dalam dosa melalui kejatuhan Adam–dan Hawa–ke dalam dosa. “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. ” Banyak orang–termasuk orang Kristen–memandang kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa hanya sebagai kisah kuno yang menarik, tetapi tidak menyadari bahwa kejatuhan tersebut berkaitan dengan seluruh umat manusia. Kejatuhan Adam ke dalam dosa itu membawa masuk dosa ke dalam dunia, dan selanjutnya membawa kematian. Oleh karena itu, setiap orang dilahirkan dalam kondisi berdosa, bahkan dalam kondisi mati secara rohani (Roma 5:12; Mazmur 51:7; Efesus 2:1). Karena setiap orang dilahirkan dalam keadaan berdosa dan mati secara rohani, manusia tidak mungkin bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Itulah sebabnya, Allah menjadi Manusia Yesus Kristus untuk menyelamatkan umat manusia. Maria–Ibu Yesus Kristus–mengandung karena Roh Kudus, bukan karena hubungan suami istri, sehingga Yesus Kristus adalah satu-satunya Manusia yang tidak mewarisi dosa Adam dan dilahirkan dalam keadaan tidak berdosa. Oleh karena itu, hanya Yesus Kristus saja yang sanggup menyelamatkan manusia berdosa (Kisah Para Rasul 4:12)

Apakah pandemi mengubah keadaan manusia berdosa? Tidak! Manusia tetap dilahirkan dalam dosa dan menunggu saat kedatangan masa penghakiman Allah (Ibrani 9:27). Apakah Anda siap menghadapi masa penghakiman itu? Apakah Anda sudah memiliki jaminan keselamatan yang hanya bisa diperoleh dalam diri Yesus Kristus, Sang Juru Selamat itu (Yohanes 3:16; 14:6)?

 


Renungan GeMA
Website: http://gky.or.id/

Refleksi GeMA
Instagram: https://www.instagram.com/gerejakristusyesus/
Spotify: https://open.spotify.com/show/41oX35XXNm06sPLxehtAbU
Facebook: https://www.facebook.com/gkysinode